Fakta Menarik Terkait Tahun Baru Islam yang Perlu Diketahui Bersama

Agama Islam memiliki kalender Hijriah yang digunakan untuk menentukan tanggal peristiwa penting umat muslim, seperti bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha dan lainnya. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah juga dirayakan oleh umat Islam, yang disebut Tahun Baru Islam.

Jika dalam kalender Masehi tahun baru jatuh pada 1 Januari,maka pada kalender Hijriah jatuh pada 1 Muharram. Di tahun ini 1 Muharram atau Tahun Baru Islam ditetapkan pada 10 Agustus 2021.

Kalender Hijriah telah diamati lebih dari 1.440 tahun. Kalender ini terdiri dari 354 atau 355 hari selama setahun, sekitar 11 hari lebih pendek dari kalender Masehi.

Jumlah bulan dalam setahun juga sama dengan kalender Masehi, yaitu 12 bulan yang diawali dengan Muharram dan diakhiri dengan Dzulhijjah.

Di Indonesia, umat Islam biasa merayakan Tahun Baru Islam dengan berbagai tradisi. Ada yang melakukan pawai obor hingga mengadakan pengajian di masjid. Apabila mau melakukan pengecekan kapan tanggal perayaan ini di setiap tahunnya, bisa langsung ke liburnasional.net untuk informasi lengkapnya

Sejarah dalam Penggunaan Kalender Hijrah

Sejarah kalender Hijriah Penanggalan kalender Hijriah berawal dari Abu Musa Al-Asyari, Gubernur Bashrah, yang menulis surat untuk Khalifah Umar bin Khatab RA. Isi surat tersebut adalah tentang kebingungan dirinya karena sebuah surat tidak memiliki tahun.

Atas dasar tersebut, kalender Islam kemudian dibuat untuk memudahkan umat dalam penyimpanan surat-surat. Sebagai informasi, umat Islam saat itu masih mengadopsi peradaban Arab pra-Islam yang hanya memiliki bulan dan tanggal.

Ali bin Abi Thalib kemudian mengusulkan momen hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yatsrib sebagai awal tahun kepada seluruh sahabat. Setelah disetujui, kalender itu lalu diberi nama kalender Hijriah dan ditetapkan pada 638 Masehi.

Metode yang digunakan dalam menentukan awal tahun Hijriah

Tanggal dimulainya Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah ditentukan oleh beberapa teknik. Yakni dengan menggunakan perhitungan ilmiah dan astronomi, atau berdasarkan munculnya bulan.

10 hari pertama di bulan Muharram memiliki makna yang cukup besar bagi umat Islam, terutama untuk Muslim Syiah. Umat Syiah sangat berduka atas kematian Husain Ibn Ali al-Hussein, cucu Nabi Muhammad yang meninggal dalam Perang Karbala tahun 680 Masehi.

Setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda untuk menentukannya. Menurut perhitungan Pusat Astronomi, Tahun Baru Hijriah di tahun 2021 jatuh pada 10 Agustus.Ditetapkan sebagai tanggal merah

Di sebagian besar negara mayoritas muslim, Tahun Baru Hijriah ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur nasional. Beberapa negara tersebut yaitu Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Tunisia. Memiliki makna mendalam

Al-Hussein meninggal tepat pada 10 Muharram, yang dikenal sebagai Ashoura. Umat Syiah biasanya mengunjungi kuil al-Hussein di Karbala, Irak untuk memperingati peristiwa tersebut.

Muslim Sunni akan berpuasaUntuk menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah, sebagian Muslim Sunni biasanya akan melakukan ibadah puasa. Namun, puasa itu tidak wajib dilakukan karena bersifat sukarela.